.:soft reminder:.

"And if My servants ask thee about Me - behold, I am NEAR; I respond to the call of him who calls, whenever he calls unto Me; let them, then, respond unto Me, and believe in Me, so they might follow the right way" (2:186)

Friday, October 10, 2014

can love destroy one's sanity?




seriously,
some secrets are better remain secrets.
at least that permits us the solace of a blissful ignorance.
don't you remember that we were once young and dumb?
and dumb because we were young?

all that we need is to live with the fact that - 
perfection lies only by Allah's side.

i just want you to know that i love you so.
in which it makes me wonder if love can actually destroy one's sanity.
because i'm losing mine.

maybe i really need to learn to put every temptation into its places.
so that i can reclaim my heart.



ppas, 
aug 6th, 2014

mirror






You have no idea how hard I've looked for a gift to bring You. 
Nothing seemed right. 
What's the point of bringing gold to the gold mine, or water to the ocean. 
Everything I came up with was like taking spices to the Orient. 
It's no good giving my heart and my soul because you already have these. 
So I've brought you a mirror. 
Look at yourself and remember me. 

-Rumi-

Thursday, October 9, 2014

post thesis submission events

salam wbt.

I think I just wanna have something on the post list. Well, to start over after quite sometimes of not writing is pretty tough if I can say.

So, just to kick some momentum here are few events took place after my thesis submission.





I went to this pre-marriage course with one of my bestie. I think we both had a great laugh over the weekend haha. Can't really recall some of the lessons taught but one important take home message is --------->

marriage is responsibility




And the solemnization. 
To be earnest, there are more than just responsibilities in one's marriage life. It's not like dating that we could dump one another once things got difficult and tough. Over time we'll learn more about ourselves and our spouse. Adjustments and balancing all the way. An open secret of a happy marriage ----------->

Always know that it's only a means to get closer to our Lord and make Him happy.
Reliance is not on ourselves what more on the significant other.
It's Allah, and Allah alone.




So there went the receptions on both sides. It wasn't easy breezy kinda stuff I tell you. I'd like to thank my parents, my siblings, my relatives and kin for holding the most perfect wedding for me. May Allah bless us all till jannah. amiin.




Viva voce.
Hehhh... finally. Three months time for relaxing and forgetting the master-piece is really something. Alhamdulillah all went well. This success is not mine to begin with. It's my parents', my family and friends' and my sv's too. Thank you Allah :)


May Allah ease us all the way to struggle in attaining His blessings and love and forgiveness. 
May Allah help us to remember our purposes of life and hold our feet firm on His deen. 
This life is a test.
May Allah help us through to pass all of the trials and tribulations and make the very day we're standing before Him as the BEST day for us all.
amiin.




Monday, April 14, 2014

hutang budi dibawa mati (untuk sisters)

in the name of Allah, my Master, My everything iA.



pisang emas dibawa belayar
masak sebiji di atas peti
hutang emas boleh dibayar
hutang budi dibawa mati.

pantun sangat :)


i was just wondering.
you know, how could we pay people's budi (s)?
as the pantun says, if we're indebted others with money, things are quite straightforward.
money can be paid with money kalau ada duit lah en.
but budi?
or shall i say, others' kindness, compassion and helping hands when we're in dire needs of those.
seriously.
if it is me, i really think only Allah could reward those beautiful souls with the best gift for sacrificing their own interests, time, money and everything in between for this helpless master-jee (referring to myself).
untuk seorang yang penniless seperti saya (kofff...kofff...), i can only afford free things like.....


DU'A

that one, i can give whole lot of them :)
after all, there's one sister said this to me...


'the most special place to be is, 
in someone else's du'a'


see my reasoning now?
escapism



itu bukan alasan untuktidak berusaha sedaya kita untuk membalas kebaikan orang lain kepada kita.
sungguh.
saya berdoa dan sangat berharap supaya Allah mudahkan saya untuk mengingat kebaikan setiap individu kepada saya dalam senang atau susah untuk saya berusaha membalas dengan harga yang sama (walaupun tidak akan mungkin sama as much as i want it to be).

untuk Toreeqians
yang menangis ketawa bersama
yang mengusung dan menjemput diri ini ke 'tempat yg saya tak nak sebut dalam tempoh dua bulan ni' bila kaki dah tak kuat nak melangkah
yang jadi provider jajan dan pom-pom girls di kala stress memuncak
yang jadi runners rumah and everything bila saya dah tak boleh nak ambil kisah
yang mengurus makan minum dan mandi (sementelah selangor dicatu airnya)
yang jadi sponge untuk ambil semua negativiti dalam diri yang 'period' 24/7 a.k.a emo semedang
dan semestinya, yang jadi tukang 'amiiin' bila every time saya kata:
"ya Allah, selamatkanlah hambaMu ini"

shafura. ishmah. aidah. wani. fifi. hirayana. bella. maei. syifa. zahiah. nadirah.
(semua ni bukan nama sebenar. sila take note)
moga Allah gantikan dengan firdausi a'laa (bukan bagi yang ada 'jannah' sahaja ya. errr...krikk..krikk)


untuk Badarians, a.k.a team Em as You
yang hampir selalu menjadi mangsa keadaan
yang every time liqa asyik kena psycho
yang jadi talian hayat saat tak tahu mana nak tuju
yang jadi tukang tepuk bahu bila progress tak berapa nak maju

Jiha. k.nira. wani. intan. anis. syidah. k.nad. farah. ati.
(semua ni bukan nama sebenar. sila take note)
moga Allah tsabatkan kita semua. sampai syurga.

untuk usrati & Istajubu's
yang tembak doa tak henti
yang banyak tolak ansur dalam diri
moga Allah ikhlaskan kita semua dan bantu kita untuk memberi manfaat walau di bumi mana kita dicampakkan.




dan individu2 lain yang tak tersebutkan.
supervisors ke dua, ke tiga dan yang ke seterusnya selepas sv sebenar saya:
k.munirah (bukan nama sebenar), yana (bukan nama sebenar), k.asma (bukan nama sebenar), k. niza (bukan nama sebenar), k.sham (bukan nama sebenar).

dan sungguh, kalau bukan kerana nikmat Allah, entah di mana saya.


Two things define you.
your patience when you have nothing
and your attitude when you have everything.


and Allah knows best.





Friday, July 20, 2012

sindrom suku abad

bismillah...


astaghfirullah al aziim, astaghfirullah al aziim, astaghfirullah al aziim.




mungkin ini sindrom orang yng sudah menjangkau usia suku abad (walaupun sebenarnya saya masih 19 tahun ^^" kofff...kofff..).



hilang semangat untuk hampir semu benda.




oh my, that sounds scary.




well, at least horror enough to know that losing 'semangat' in this sense is almost similar to something like losing the 'himmah' or 'keazaman', 'kehendak' dan ''semangat' (again).




tak remaja langsunggg...!




or shall i say, tak rijal langsuuuunngg..!




ya, saya mengaku, saya memang sorang yang cukup hambar (dan saya okay dengan itu) kecuali pada ketika2 tertentu (contohnya bila teruja betemu hadek2 dalam yuyu atau bila terlebih gula dalam darah errrrr.... =_='') tetapi kali ini, hambar dah sampai tahap tak semngat untuk buat benda yang paling saya suka macam menulis panjang untuk post baru di belog atau baca buku sambil berjalan, mahupun bergayut selama setengah jam dengan puan mariam.




mungkin disibukkan dengan banyak perkara
yang entah lah banyak perkara tu betul-betul dibuat dengan sungguh-sungguh atau tidak.
hanya mampu berharap Allah terima sebagai kabaikan pada sisi Dia.



...






hampir memasuki kebun paling indah dan harum ------> kebun ramadhan, tempat kita berpesta ibadah, inshaAllah.




secara peribadi, saya sangat cuak, cemas dan neves kerana merasa belum benar-benar bersedia untuk memulakan pecutan pada perlumbaan mencari ridha dan rahmat juga ampunan Ilahi ini.




eh, ingat nak masuk exam, nak jumpa supervisor atau nak masak lemak ikan bakar sahaja ke kita perlu bersedia?




ini ramadhan. bulan yang Allah hadiahkan untuk kita supaya kita dapat kumpul bekal banyak-banyak sepanjang 30 hari itu untuk dibawa sepanjang 1 tahun ke hadapan usia kita (andai dipanjangkan umur)





nabi s.a.w dan para sahabat sahaja dan siap-siap sinsing lengan dan bersedia 2 bulan awal lagi sebelum tiba ramadhan (which is dari bulan rejab juga syaaban). Ibnu Umar ra sendiri berpuasa hampir setiap hari pada bulan syaaban.





mereka bukan berpuasa sebab mahu kurangkan 5 kilo berat badan atau mahu praktis untuk tidak terkejut beruk bila memasuki bulan ramadhan ye.




tetapi semuanya berpuasa untuk membersihkan hati juga segala kekurangan diri supaya dapat grab the BEST effects sepanjang ramadhan nanti.








dan kita, di mana?




Y________Y





justeru, saya sendiri sangat obses terhadap apa sahaja yang bertitle ramadhan fobia, takut diri sendiri lari dari trek, tidak bersama-sama dengan sekutu taqwa, hamba-hamba yang Allah paling sayang.




ya, mungkin untuk setiap perkara kita butuh sebab, motivasi atau alasan untuk berbuat.




padahal, belum cukup besar dan bermaknakah untuk Allah itu menjadi punca dan sebab untuk setiap derap langkah juga tindakan kita?




mencari ruh.
memperbaiki jiwa.
menyuluh.
mencari di mana letakya Dia dalam hati kita.




mari plan yang besar-besar dan yang best-best untuk ramadhan kali ini.




amazingly, kalau kita semua perasan, setiap kali tiba ramadhan, bulan yang kita isi masa juga jiwa kita denga alQuran (supposedly), kita akan mendapat kefahaman yang berbeza.




s.e.t.i.a.p. k.a.l.i.




sungguh, tak tipu.




nak challenge hujah saya?




jom kita experimen sepanjang ramadhan ini. tadarus dan tadabbur juga hafal ayat-ayat yang kita dah lama nak hafal. see if kita dapat atau tidak 'treasures' yang Allah janjikan tuh.




selamat menyambut ramadhan





semoga ramadhan pada kali ini lebih baik daripada ramadhan masa kita darjah 3.




semoga Allah bantu dan terima daripada kita semua. amiiin.



kredit




oh by the way,

ini hipothesis saya:

1. puasa akan menjadikan kita (mudah-mudahan) orang yang bertaqwa (al Baqarah 2: 183)
2. ramadhan menjadikan kita hamba yang bersyukur (al Baqarah 2: 185)


dan kalau kita merasa jauh atau hilang arah, mari periksa status doa kita kepada Dia (al Baqarah 2: 186) gulp...!



Allah huAlam




Tuesday, June 19, 2012

another facet of sayang





bismillah...


sayang 1
---> uissshhh, sayangnya kuah spaghetti tu, buang-buang... membaziiiirr..!


sayang 2
---> sayang la kalau tak pergi... kau ingat harga tiket konsert ni 3 posen je ke?!


sayang 3
---> haiiishh... sayangnya bakat dia tu disia-siakan pada jalan yang mungkar...


sayang 4
---> saya sayangkan awak...sungguh-sungguh, sepenauh hati saya =_= (meloya)



***



humn... nyata nya, sangat banyak sisi sayang ni. sayang as in tak nak membazir, rugi dan sayang yang sebenarnya sayang. yeke..? Allah huAlam.



I've also read it somewhere...about another facet of sayang. Things like:



'abang naqib / kakak naqibah tu, orang yang korang tak kenal, tapi tiba-tiba boleh sayang kat korang'




hehh... kelakar juga. dan up to a point rasa macam tak real langsung.



like, hey, come on lahhh.. dengan adik-beradik sendiri pun kadang-kadang sangat berkira kot... dan untuk 'sayang' yang begitu, bukan senang eyh, macam makan takoyaki kat jusco. queue untuk giliran, buat order takoyaki berperisa unagi dan errr... ok.







ada masanya, bila lelah berusaha merebut perhatian adik-adik yang mahu kita ajak utk MLM DnT ni, kita akan hilang rasa.



perlu bersaing dengan segala perkara yang mereka sayang - study, duit scholar, mentor dan seniors yang terpercaya, drama korea, 2 pm, masa untuk berjalan-jalan di hujung minggu dan sebagainya (tu dah banyak habis dah bagi contoh tu...).



dan siapa lah kita, insan yang muncul tiba-tiba dalam hidup mereka, mahu mencuri hati juga perhatian mereka untuk dibawa kepada sesuatu yang 'asing'. (ayat tak menahannnn~)



berbuat, berjumpa dan memaksa diri for the sake of tanggungjawab - atas rasa beratnya menanggung hak syahadah itu.



dan rasa manis hasil dari sayang yang lahir dari hati itu hilang.



tetapi, begitulah... sesungguhnya, hanya hati yang bersih dan penuh dengan rasa sayang hey itu sahaja yang mampu melimpahkannya pada hati-hati yang lain.



betul-betul menguji dan menapis niat kita. benar-benar me'reflect' apa isi hati kita juga keadaan jiwa kita. Allah....



sebenarnya, apa yang lahir dari hati, inshaAllah akan masuk ke hati.



dan tentang this very another facet of sayang,

'abang naqib / kakak naqibah tu, orang yang korang tak kenal, tapi tiba-tiba boleh sayang kat korang'



it ain't an impossible one...




butuh masa. butuh usaha. dan apabila keadaan hati kita sudah benar dan bersedia, inshaAllah, Dia akan beri. kerana ini soal hati; hak milik Dia yang abadi. Dialah penjaganya.



bahagian kita adalah untuk usaha itu. kerana yang memberi keputusan, hanya Allah sahaja.



soalnya, sudah berjerih yang bagaimana kita berusaha?
bahagian ruhi dan tarbiah diri sudah selesai atau belum?
mutabaah amal masih banyak lompong atau sudah cemerlang bilangan tick nya?



semua soalan itu secara peribadinya untuk saya sendiri yang jawab. juga ambil tahu.



ya Allah, ya Allah, ya Allah...

Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berkumpul kerana mengasihiMu
bertemu untuk mematuhi perintahMu
bersatu memkul beban dakwahMu
hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat
dan menyokong syariatMu
maka eratkanlah ya Allah ikatannya,
kekalkanlah kemesraan antara hati-hati ini pada jalannya
penuhkanlah hati ini dengan
cahaya RabbaniMu yang tidak kunjung malap
lapangkanlah hati ini dengan limpahan keimanan
dan keindahan tawakal kepadaMu
hidup suburkanlah hati-hati ini dengan makrifahMu
jika Engkau mentakdirkan kematian maka
matikanlah pemilik hati ini sebagai
para syuhada dalam perjuangan agamaMu
Engkaulah sebaik-baik sandaran dan sebaik-baik penolong.
Ya Allah, perkenankanlah permintaan ini... 




Friday, June 1, 2012

the unnamed. yet.

bismillah...







"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (2:127)




Alhamdulillah, thumma Alhamdulillah, thumma Alhamdulillah.



Surely, perkataan syukur dan ucapan tahmid itu belum cukup untuk menzahirkan kesyukuran itu, buat Tuhan yang maha pengasih atas segala nikmat juga rahmat dan kemudahan yang Dia berikan.



Sebenarya tak tahu harus di mulakan dari mana. Sebab sebenarnya sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttt banyak perkara yang berlaku di sepanjang misi mencari dan menyelamat RI di bumi Shah Alam ini.



Kes kena tipu duit. Berhelah dengan tuan tanah. belajar berlapang dada,menyusun urusan dan atas segalanya, untuk meletakkan kepentingan diri sebagai perkara kedua, ketiga atau yang entah ke berapa dalam hidup, selepas kepentingan DnT. inshaAllah.



Dan sungguh, sebenarnya, apabila Allah masih belum memberi itu, ada perkara yang Dia mahu kita belajar. Ada sisi yang Dia mahu kita bersihkan. Ada isu yang butuh kita fahami untuk memaknai setiap langkah juga gerak hati dan langkah kita.




Itu saya panggil cinta. Dari Dia, buat kita, hamba-hambanya.




ya Allah... terimalah daripada kami. bersihkan hati kami. tambahkan petunjukMu buat kami, agar kami terus menjadi hambaMu yang bersyukur. amiin.




"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat." (110: 1-3)

Tuesday, May 22, 2012

Aseef, I'm 24. dan saya manja.




bismillah.



alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah...

time passed by and it has been couple of weeks since I turned 19 for the 5th time. hehh...
mungkin pada meningkatnya usia, kita akan merasa ulang tahun kelahiran itu hanya sekadar hari biasa. well, at least untuk seorang yang hambar seperti saya :p
sedang usia itu sebuah nikmat dari Dia, yang maha pengasih.
dan nikmat yang paling besar itu apabila hati mula mengenal Dia sebagai Rabb yang menjaga, mendidik juga memberi segala kecukupan.
alhamdulillah, thumma alhamdulillah, thumma alhamdulillah.
dan kata-kata itu tentunya belum cukup untuk mensyukuri tiap nikmatNya.
If I can list them out, one by one, I would certainly come to no end.








tak banyak yang saya ingat tentang ulang tahun kelahiran saya pada kali ini (padahal baru berapa lama kan...seriyes amnesia).
erti manja yang selama ini saya fikir nge-nge (mengada-ngada) in terms of the feelings of reluctant untuk berbuat dan bergerak, tidak mahu penat dan busuk itu salah.
manja itu bila kita salah dalam meletakkan priority. manjakan diri lebih dari hak yang utama yang lebih patut kita penuhi. itu sungguh, sedih.



pada suatu petang, lewat beberapa hari dari ulang tahun saya, seorang mak cik berkongsi taujihat yang menghentak setiap sendi. mengkoreksi semula setiap langkah yang saya ambil, juga kata yang saya ucap.
sejauh mana saya memaknai semua erti hidup yang saya genggam selama ini.




"dan jika mereka mahu berangkat, nescaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka, 'Tinggallah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal itu'.." (At Taubah 9:46)



mungkin kita tidak pernah sedar atau perasan (not 'action' kamen kinda thing) yang setiap detik dalam hidup kita adalah satu didikan terus dari Tuhan. setiap detik yang penuh untuk mempersiapkan kita untuk sesuatu yang lebih besar menanti di hadapan.



macam bila kita menjadi pelajar persediaan di Kolej Maha Busy atau Universiti Sains dan Pengurusan (a.k.a MSU) err...



semua subjects, kokorikulum, kurikulum, BTN dan lain-lain adalah sebuah persediaan untuk major courses yang akan kita belajar pada peringkat yang lebih tinggi nanti.



begitulah hidup.



adakah Allah sengaja menyusahkan kita dengan segala 'handicaps' yang kita ada?



"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengn kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kabajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari kejahatan yang diperbuatkannya.." (alBaqarah 2:286)







ini satu contoh yang sangat dekat dengan hati...



rasa-rasanyalah kan, kenapa agaknya 7 bulan dahulu, bila kita key in keywords untuk cari sources (bahan) untuk thesis kita, cuba buat inter-library loan dengan varsities lain di Malaysia Boleh-land untuk dapatkan the very buku we need untuk our research tak dapat atau tak jumpa? seriyessssss sangat frustrated, sedih dan penat.



lepas 7 bulan, kita key n the same keywords dan buat the same inter-library loan dengn varsities lain di Malaysia Boleh-land ni... ehhhhhhhhh, DAPAT....?



adakah takdir telah mempermainkan kita?




kalau itulah jangkaan dan fikiran kita, maka sangat dangkallah apa yang kita sangkakan itu... (ayat macam Dewan Bahasa dan Pustaka. Puan Emak pasti sangat gembira jika tahu dan akan suggest saya untuk menulis novel selepas ini. errr)




tapi sedar tak kita, sepanjang 7 bulan yang kita lalui itu, berapa banyak kesabaran, ketabahan, ketekunan, penyusunan strategi dan masa juga setiap ilmu, perbendaharaan dan pelbagai sisi tarbiah yang Allah telah ajari kita?




ya, presenting problematic situations tu, memanglah halangan dan cabaran yang kita nampak. tetapi, deep down, ada satu perkara penting dalam diri kita yang Allah mahu didik dan jaga. perkara itu sangat tersurat.




itu HATI.




"...kerana itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. dan Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.


kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu..." (Ali Imraan 3:153,154)







best kan...?



tetapi rasa itu hanya akan dapat dimiliki dan dirasai apabila kita melihat dan merasa dengan mata hati yang sedar, bahawa kita ini tidak memiliki apa-apa juga tidak dimiliki sesiapa, melainkan Allah.
itu nikmat hidup bertuhan.
nikmat yang dikecapi hanya bila Allah itu menjadi Rabb kita.



Allah huAkbar, walillahil hamdh.



dan sungguh. semua itu hadiah ulang tahun paling bermakna dari Tuhan, buat saya.



moga Allah redhakan kita semua, juga bantu kita untuk melihat kebenaran, demi kebenaran yang hanya Dia sediakan untuk hamba-hamba yang Dia kasihi.



"sungguh, (ayat-ayat) ini adalh peringatan, maka barangsiapa mengkehendaki kebaikan bagi dirinya TENTU DIA MENGAMBIL JALAN MENUJU TUHANNYA. Tetapi kamu tidak mampu menempuh jalan itu, kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah maha mengetahui, maha bijaksana.." (al Insan, 76:29,30)



may Allah make us the people of taqwa. amiiin.



p/s: sanah helwa, arissa.

Monday, May 14, 2012

Travel Log Finale - Semua Cinta Suatu Kedamaian

in the name of Allah, my Lord, my Everything, inshaAllah..



mungkin tak pernah terbayang di mata, atau terlintas di kepala. berada di sini, pada saat ini dengan mereka yang asing tetapi selalu dekat dalam hati.



pernah juga suatu ketika terasa kehilangan kawan apabila diri sendiri sedar kepada perlunya berubah untuk sesuatu yang baik. kadang-kala teman yang akrab tetapi tidak seiring langkah untuk bersama di atas jalan asing dan melakukan perkara-perkara aneh perlu di jaga batas bersama mereka.



tetapi sungguh benar janji Allah, apabila kita meninggalkan sesuatu keranaNya, akan Dia gantikan dengan yang lebih baik.







nikmat iman, nikmat islam, nikmat tarbiah juga ukhwah yang tidak mampu dibeli atau dicari di mana-mana.



paling terkesan bila mendengar taujihat dari Ummi Ina (bukan nama sebenar) bila beliau berkata, jika Allah mahukan kita untuk terus tsabat, Dia akan mempersiapkan kita. Paling utama, Dia akan menunjukkan satu per satu kebenaran di hadapan mata. Hingga hati rasa gembira bersamaNya, untuk mengenaliNya. kerana pada akhirnya yang akan kekal itu hanya alHaq. dan itulah fitrah kita.



berada di bumi seberang meninggalkan sejuta tanda dalam hati.



dari yang muda saya belajar erti semangat. erti berbuat setulus hati dan berbagi sehabis boleh dengan mereka yang kita kasihi hanya kerana Dia, atas satu ikatan paling mulia, tali aqidah.



memang tidak dapat dinafikan, kadang-kala terlalu lama berada di tempat sendiri juga berkitar dengan insan dan situasi yang sama membuatkan kita jumud. maksud saya, statik dan kaku. sedang jiwa dahagakan sesuatu yang basah juga segar.



dan benarlah bila Dia berfirman untuk kita berjalan dan bermusafir untuk mentadabburi alam, dan belajar dri setiap sudut kehidupan.







jazakillah khair buat adik Nas (bukan nama sebenar) yang menjadi tukang ojek, mengangkut saya ke sana-sini, menahan beban saya yang tidur di belakangnya juga menahan semua perasaannya untuk saya. untuk adik Ila (bukan nama sebenar) yang mengajar saya erti tegar, sabar dan tangkas bertindak. adik wani (bukan nama sebenar) buat indirect lesson untuk belajar berhati lapang. dan seluruh warga Widad, juga yang lain yang tak tersebut. Kalian istimewa dalam hati saya.



Moga Allah kukuhkan langkah kita untuk ke syurgaNya dengan mereka yang kita sayang.



dari yang paling senior (1 tahun je pun hehe) Bu Mil (bukan nama sebenar yang pastinya), saya belajar erti sabar dan tabah. erti berbuat sehabis daya, mengerah tenaga juga setiap yang kita ada untuk Dia semata-mata. tak boleh manja. tak boleh cengeng. dan saya menangis menulis ini buat dia. jazakillah khair kak, untuk sekejapan yang sangat bermakna.



dengan mereka, rakan sebaya, saya belajar menjadi matang. fatin (bukan nama sebenar), teha (bukan nama sebenar), fatimah (bukan nama sebenar), fina (bukan nama sebenar) dan laili (bukan nama sebenar). kadang-kala sangat tidak faham bagaimana kalian dapat selamba dan tenang bersahaja menghadapi ujian Dia. mungkin kerana itu Dia memilih anda semua sebagai yang layak di atas jalan Dia.



Semoga Allah redha dan kuatkan kalian semua di sana.







dan buat dia, yang selalu bersama saya walau jauh, hanya Allah sahaja yang dapat membalas semua kebaikan anda.



untuk setiap lelah yang anda sanggupi buat saya, untuk setiap detik yang anda gadai buat saya, untuk setiap wang ringgit yang anda beri buat saya. terima kasih sahabat. kalau tiada saya lagi di dunia, moga Allah gantikan dengan seseorang yang lebih baik buat kamu untuk terus menggapai cinta juga redhaNya atas jalan ini.



bila Allah hantarkan kamu, Dia telah tampalkan juga semua kekurangan saya dengan kelebihan kamu.



semoga persahabatan ini semata-mata kerana Dia dan moga ia kekal hingga ke syurga.




"dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati orang yang beriman. walaupun kamu menginfakkan seluruh kekayaan yang berada di bumi, nescaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati mereka. tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh Dia maha perkasa, maha bijaksana" (Al Anfal 8:63)



banyak kerja dan tanggungjawab yang menanti.
mari terus kuat bekerja, hey!

Wednesday, May 9, 2012

Travel - Log 4: Erti Hidup Pada Memberi 2



Bismillah...


cont'd...


pagi itu yana membawa saya ke tempat dia belajar dan bekerja. wahhh, selama ini membaca dalam emel sahaja, memang tidak berapa faham dan kurang real. bertukar angkot dan sampai ke errr... deretan kedai? mana rumah sakit giginya?






dan sangat tak sangka, perlu lalui 'jalan tikus' untuk sampai. sungguh, dengan kebolehan mengecam jalan yang terbatas, boleh sesat kalau saya sendirian. dalam hati bersyukur, diri sendiri nak ke akademi tidaklah seteruk ini. walaupun jarak akademi - rumah cuma 8 minit perjalanan (which that 8 minuets usually akan jadi 1/2 jam paling cepat =_=) dengan kenderaan beroda, masih banyak mengomel.



tadaaaaa.... inilah tempat yana:
tak sangka, di sebalik jalan tikus, ada perkara indah begini...






untuk beberapa ketika, kami menanti pasien tumpangan (patient dalam bahasa indonesia. yeke? haha) yana. saya belajar coated-tounge itu apa. (oh, itu pun selepas 'kelas tambahan' yana tentang jenis tumor, bagaimana cara men'diagnosis' penyakit juga beberapa pembentangan kasus yang beliau pernah kelola sehingga jam 2 pagi =_=')






selepas menanti dokter pengajar yang tidak kunjung tiba, yana membawa saya ke pasar baru sebelum jalan-jalan cari makan suimay, mium teh botol dan es teh manis, juga jalan-jalan cari seketul tart buah dan seketul macaroon berperisa strawberry. seketul je? memang khas untuk saya untuk bagi rasa. comel.






periksa duit tempatan, ada kurang 250,000 rupiah. hebat berbelanja buku sampai tak perasan belum carikan ole-ole untuk keluarga tercinta. dan kartu atm saya tidak boleh beroperasi dari luar negara. duit malaysia tertinggal di beg lain. wang dalam akaun yana pula, lebih kurang 1,000 rupiah sahaja. dan beliau masih membayar macam-macam untuk saya. dia memang aneh.


err... ini, bagaimana ni?



yana: tak apa lah, baru tahu kan bagaimana rasanya bergantung hanya pada Allah kan?
me: huhh...? (tak dapat nak relate sangat)
yana: macam ni, barulah adventure...
me: * monolog dalaman* adventure? tak ada duit nak beli jajan tu bukan adventure, itu sedih.



kali ini, dengan kuasa tangan saya menahan angkot. redha je lah. apa yang ada, itulah rezeki saya untuk dikongsi dengan keluarga di Malaysia. duit je pun, bukan apa-apa...



dan di dalam angkot saya dengan yana duduk berjauhan. di hadapan saya ada seorang ibu meriba anaknya yang saya kira berusia 3-4 tahun. masa-masa begini saya memang suka buat hobi aneh saya iaitu memerhati orang.



dan saya memandang ibu tadi dengan anaknya. wajah beliau aman dan hanya tersenyum. tetapi dalam kepala saya berputar-putar banyak persoalan. panas-panas begini, kok anaknya dipakaikan baju panas dengan hood yang melitupi seluruh kepala? orang Bandung memang aneh ya?



dan saya mencuri dengar perbualan salah seorang penumpang perempuan dalam angkot dengan ibu tadi...

maaf, tak dapat nak describe dalam bahasa indonesia untuk lebih feel. sebab saya pun tak berapa ingat dan dapat tangkap perbualan mereka. haha (gelak cover).



penumpang A: dari mana, bu?
ibu: dari rumah sakit. mahu di kasi obat anaknya. harus disuntik selang dua minggu. ini sudah lewat beberapa hari (menjawab sambil tersenyum)
penumpang A: anaknya kenapa?
ibu: kemalangan sama ayahnya juga kakaknya. saya juga tidak tahu, hanya dia yang terpelanting dan selamat. ayah juga kakaknya meninggal.



dan kisah sedih anak itu saya dengar dengan penuh teliti. hisy, ingat senang ke nak curi dengar? siap dalam bahasa indonesia lagi...



rupa-rupanya the fact that kepala anak itu ditutup dengan hood adalah kerana tempurung kepalanya cedera kesan dari kemalangan itu. tak tahu pecah ke, retak, tetapi sangat serius sampai perlu ambil suntukan tiap dua minggu. jika tidak, akan berlaku pendarahan lain.



bila ditanya kenapa anaknya masih menangis dan kesakitan, rupa-rupanya tadi di rumah sakit anak itu tidak mendapan rawatan yang sepatutnya. sang ibu tidak punya wang yang cukup buat biaya dan terpaksa pulang dengan hati kecewa.



beliau sudah meminta untuk diberi ubat hanya separuh sahaja, kerana hanya itu wang yang dia punya. tetapi mungkin prosedur hospital begitu, mana bisa beli ubat separuh-separuh. setiap suntikan ongkosnya dalam 110,000 rupiah begitu. itu kurang dari RM50 duit Malaysia. dan kita RM50 boleh buat shopping tudung bawal obama lah, tudung yuna lah, makan yang sedap-sedap dan membazir... macam-macam.



melihat tangisan ibu bercerita, hati saya koyak. mata mula panas dan dada saya berkocak. ya Allah, dan aku yang duduk di hadapan takkan hanya mendengar dan tidak mampu untuk berbuat apa-apa? masa itu sangat teringat setiap kata yang saya kongsi hampir dalam setiap yuyu...


"dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari TuhanMu dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertqawa.

iaitu, orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang menahan amarahnya dan dan memaafkan kesalahan orang lain. dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan" (ali imran 3: 133-134)



hampir tiba ke destinasi. walau berperang dengan hati yang didesak rasa bimbang dan macam-macam lagi, inshaAllah, cinta Allah itu yang saya mahu. saya yakinkan diri, yang saya masih punya wang lebih jika berbagi dengan dia. moga dengan apa yang saya kongsi dengan ibu itu memudahkan dia untuk rawatan anaknya nanti.



sampai di pasar, hampir setiap penumpang dan yana (bukan nama sebenar) juga memberi sumbangn untuk ibu tadi. dan memang, bukan niat dia menagih simpati. dah kami yang mencuri dengar, takkan lah nak buat -buat tak tahu kan? alhamdulillah, Allah masih beri rasa dalam dada kita, tanda ada jiwa sensitif juga iman di situ. itu lebih utama.



dan saya keluar dari angkot dengan lutut yang menggeletar juga hati yang berderbar. insaf. dan betapa saya adalah orang yang paling perlu banyak bersyukur atas setiap nikmat yag Dia beri, juga tidak diuji seperti ibu tadi. astaghfirullah alAziim...



sambil berjalan-jalan, yana memberi pencerahan buat saya. see? untungkan ada sahabat yang saling mengingatkan? alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah...



yana: kak mila (bukan nama sebenar) pernah share fasal zuhud. zuhud tu bukan tak pandang duit dan dunia langsung. bukan juga dengan pakaian compang-camping yang kita tunjukkan pada zahirnya. tapi bila hati sudah tidak terasa terikat dengan dunia dan kesenangannya. bila kita punya wang, kita guna dengan hemah dan bersederhana. bila tidak punya wang, hati masih lapang. best kan?
me: *senyum dalam*



" sungguh, bagi orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya adalah air kafur. iaitu mata air dalam syurga yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.

mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

sambil dalam hatinya berkata, "sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah kerana mengharapkan keredhaan (wajah) Allah dan kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu" (al Insan 76: 5-9)



Allah huAkbar, walillahilhamdh.



dan erti hidup itu pada memberi. Allah huA'lam. Dia maha tahu apa yang ada dalam hati kita. semoga setiap kebaikan yang kita lakukan dikira ibadah pada sisi Dia.


Allah huAlam...






p/s: bila ntah nak habes log nih haha :)

Tuesday, May 8, 2012

Travel - Log pt.3: Erti Hdup Pada Memberi 1



bismillah...



Hari ke-tiga ( gila lama dah pergi, baru nak update :p hehe), akhirnya kami menaiki shuttle untuk ke Bandung. Alhamdulillah, shuttle yang dimaksudkan akhowat itu, memang shuttle. hehhh... Faham kan, bila kita expect untuk naik bas, tetapi ended up masuk dalam tin sardin? hehee tetapi alhamdulillah, kali ini tidak :)



Sepanjang perjalanan, baru faham kenapa Kak Dina (bukan nama sebenar) tak bagi tidur. MashaAllah, subhanallah... memang tadabbur alam tu best. Betapa besar nikmat Allah beri pada kita dan sering kita sebut perkara yang lacking dari kita.



Oh Allah, forgive me when i whine...








Bandung tidak seperti Jakarta yang panas dan bising. Though part macet memang intolerable dengan Jakarta, tetapi, Bandung masih mendamaikan. Mungkin sebab cuacanya yang nyaman (humn.. adakah ini rahsia kecantikan orang Bandung? err... haha) kerana Bandung di kelilingi bukit (bunyi macam pelajar Geografi kelas pertama, kan? haha, credit untuk K.Mila (bukan nama sebenar) yang memberi pencerahan).



Tiba di Stesyen CTRANS, yana menyambut kami dengan gaya... err tak mengapa lah. biar saya dengan kid (bukan nama sebenar) simpan di hati sahaja. Apa pun keadaan dia, dia tetap istimewa dalam hati saya (hehh... saja buat drama, asiiif yana, in desperate needs of menceriakan hati sendiri)



Kali pertama naik angkot (angkutan kota) yang macam selalu tonton dulu dalam sinetron jam 6 di tv 9. for real. 5.24 pm, 26th april, 2012.



dan ada pengamen. ini adalah orang yang membawa alat muzik untuk menyanyi dalam seminit dua bila angkot berhenti. I bet you, they sometimes sing better than 'retiss' segera hasil rancangan realiti. mungkin kerana itu yang mereka lakukan sehari-hari demi seribu dua duit rupiah which equals to less than 50 sen duit kita.



ya, orang di sini terpaksa menyanyi dan mempertaruhkan nyawa untuk makan. kita? boleh spend duit entah ke mana-mana, malah makan tak habis lagi. dan masih kurang bersyukur...



dan itu modal yana untuk membuat saya dan kid (bukan nama sebenar) untuk menghabiskan hidangan sepenuh meja yang dia jamu di The Kiosk, Ciwalk.








ohh, mahu kongsi, ini pemandangan dari tingkap bilik yana. best kan?







dan benar, ini sebuah mimpi jadi nyata. dari yana mula belajar di sana saya kepingin untuk menjenguk tempat beliau. berkali-kali saya cakap pada puan emak dan juga inche abah. sampai satu masa inche abah bosan... haha




me: abah, kak na (bukan nama sebenar) nak pergi Bandung tau!
abah: dari dulu cakap, tapi tak pergi, pergi ponnnnn....
me: hehhhh... =_='


dan Allah sampaikan saya ke sana. tempat yang penuh dengan seribu daya manusia mengharungi hidup. di sana saya belajar erti syukur, erti berbagi juga erti tawakkal dan zuhud pada dunia.



bersyukur dengan apa yang kita punya, hadiah dari Tuhan. nikmat iman, nikmat islam, nikmat sihat dan banyak lagi tak tersebut.




wahai Tuhan, terimalah dari kami, dan bantulah kami untuk sentiasa mengingati Mu, mensyukuri nikmat Mu dan memperbaiki ibadah kami kepada Mu... amiiin






to be continued ...